Kanit Reskrim Polsek Menerima Dana Dari Bandar Judi Online

polisi terjaring kasus judi online

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Menerima Uang Dari Bandar Judi Online

casino online

Beritasewu Viral Hari ini – Anggota kepolisian Kanit Reskrim Penjaringan di tahan di tempat khusus (patsus) karena terlibat dengan judi online. Hal ini bukan kali pertamanya anggota kepolisian dalam tahun ini melakukan tindak pidana hingga menyalahgunakan jabatan.

AKP M.Fajar Terbukti menyalahgunakan wewenang dalam tindak kasus judi online. Selain itu ia dan 7 anggotanya mendapatkan Dana dari bandar judi. Sebelumnya kasus ini juga buntut dari tertangkapnya Ferdy Sambo yang terlibat Konsorsium 303 judi online.

Fajar dan ketujuh anggotanya sekarang di tahan SPN Lido, Jawa Barat selama 30 hari dan di mulai dari hari senin. Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa Fajar memerintahkan anggotanya untuk mengambil uang dari pelaku pelaku judi untuk menyelesaikan proses kasusnya.

Baca Juga : Kapolda Sumut Emosi Ketika di Tanya Wartawan Soal Konsorsium 303

Berapa Banyak Uang yang Di Terima Fajar?

Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa Fajar dan anggotanya menerima keuntungan yang besar ketika mengurus kasus judi online. Akan tetapi nominal yang di dapat Fajar belum di katakan.

“Yang jelas kan Kanit Reskrim ini hasil pemeriksaan terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang jabatannya dengan mendapatkan keuntungan dari orang yang semestinya tidak perlu di lakukan,” kata dia, kepada wartawan, Jumat (2/9).

Berapa jumlahnya? “Nanti di jelaskan nominalnya. Dari sananya (Biro Paminal Divisi Propam Polri) kan [hasil pemeriksaan] belum diberikan kepada kita,” imbuhnya.

Baca Juga : Viral !!!! Banyak Nama Anggota Kepolisian yang Terlibat Membantu Ferdy Sambo

Bukan Hal Pertama Untuk Anggota Kepoilisian Indonesia

Dalam tahun ini kasus judi online melekat nama-nama besar anggota polisi, hal ini juga berkaitan dengan kasus konsorsium 303 yang di pimpin Ferdy Sambo. Ferdy Sambo dan teman-teman kepolisian lainnya menyalah gunkaan wewenang yang mereka miliki.

Mereka di duga menerima banyak uang untuk mengamankan agar pelaku bandar perjudian online aman melakukan bisnisnya di kawasan Indonesia. Kanit Reskrim Penjaringan bukan lah kasus satu-satunya di Indonesia.

Banyaknya anggota kepolisian yang terlibat dalam kasus perjudian online membuat masyarakat Indonesia hilang kepercayaan dengan polisi. Maka dari itu Kapolri saat ini sedang mengurus tuntas dan membasmi masalah perjudian online terkhusus yang melibatkan anggota polisi. (sumber: cnnindonesia.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.